7 Tips Menjadi Penulis Lepas atau Freelance Writer Sukses

  • capaik 
tips menjadi penulis lepas

Apakah anda pernah tertarik mencoba pekerjaan penulis lepas? Ataukah anda pernah menjalaninya? Pekerjaan penulis lepas bisa dibilang salah satu pekerjaan yang banyak menarik minat orang saat ini–entah itu sebagai pekerjaan utama atau sekadar pekerjaan sampingan. Bahkan, pekerjaan ini sudah menjelma menjadi industri tersendiri, banyak di antara pelaku yang kemudian bergabung dengan agensi dan menawarkan jasa mereka melalui sebuah perusahaan penyedia jasa menulis. Atau juga yang menawarkan jasanya sebagai perseorangan. Nanti saya akan bagikan tips menjadi penulis lepas yang sukses, tapi saya izin bercerita dulu ya.

Saya sendiri pernah terlibat dalam pekerjaan ini semenjak tahun 2011 hingga beberapa bulan yang lalu. Selain saya, masih banyak orang lain di luar sana yang menekuni industri jasa seperti ini. Usut punya usut, gaji dari profesi penulis lepas ini bahkan bisa mencapai 7 juta rupiah perbulan atau bahkan lebih untuk penulis profesional lho! Tentu saja ini menjadi peluang yang cukup menggiurkan sebab tugasnya hanya menulis dan dapat uang!

Faktanya, berkembangnya era menjadi serba digital menambah subur pertumbuhan penyedia jasa menulis ini. Kebutuhan akan tulisan menjadi hal yang sangat penting dalam promosi produk, pengembangan web, branding dan keperluan lainnya.

Betapa banyak portal berita online yang tersebar di jagad di dunia (maya) ini. Betapa banyak tokoh masyarakat yang hendak menerbitkan buku tapi tidak bisa menulis. Alhasil mereka yang memiliki kebutuhan khusus tersebut memilih untuk menyewa ghost writer atau co writer untuk menuliskan buku mereka.

Mereka menyewa jasa content writer untuk menulis konten-konten yang akan dimuat di situs-situs mereka. Jika anda mencoba mengintip portal-portal iklan layanan freelance atau pekerja lepas, anda akan dengan mudah menemukan banyak pekerja menulis lepas yang tersebar.

Namun sayang, banyak orang yang memiliki kemampuan menulis yang baik, namun tidak bisa menghasilkan banyak uang dari pekerjaan ini. Itu bukan semata karena sulitnya peluang atau karena banyaknya pesaing, melainkan karena mereka tidak memiliki kemampuan khusus yang akan sangat mempengaruhi kesuksesan mereka sebagai penulis lepas.

Apa saja kemampuan/hal khusus itu, mari kita kupas satu persatu.

Tips Menjadi Penulis Lepas yang Sukses

Banyak membaca jenis tulisan yang ditekuni

Ketika anda ingin menjadi seorang penulis lepas, kegiatan membaca harus menjadi kegiatan wajib anda. Banyak membaca akan membantu anda lebih mudah dalam menulis. Jika anda ingin menjadi penulis artikel maka banyak-banyaklah membaca artikel. Ketika anda ingin menjadi penulis sastra, cerpen misalnya, banyak-banyaklah membaca cerpen. Minimal satu cerpen perhari. Begitu pula dengan jenis tulisan lainnya. Dengan membaca banyak tulisan anda akan dapat memilih topik tertentu yang belum banyak dibahas orang lain sehingga akan lebih berpeluang untuk dimuat.

Menulis dengan cara yang unik

Setiap penulis itu hendaknya memiliki warna. Warna dari tulisan yang biasa ia tulis. Jika anda penggemar novel Indonesia, anda pasti dapat mengetahui warna tulisannya Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, Tere Liye dan lainnya sebagai seorang novelis genre populer. Pun pada jenis-jenis tulisan lain. Karya non-fiksi sekalipun juga dapat diberikan sentuhan khas penulis, seperti bagaimana kecenderungan anda dalam meramu sebuah artikel atau opini, cenderung banyak narasi kah, deskripsi kah, atau bahkan persuasi. Menulislah dengan cara yang unik agar media/klien tertarik terhadap anda dan pembaca dapat mengingat anda.

Mengenali karakter calon klien atau media bidikan

Banyak penulis lepas yang melupakan hal ini. Anda tidak akan bisa menjadi seorang penulis yang sukses sebelum anda mampu mengenali karakter calon klien atau media yang anda bidik.

Setiap orang, badan usaha hingga media memiliki karakter masing-masing. Jika anda seorang penulis opini dan ingin mengirimkan opini anda ke surat kabar, anda harus mengenali karakter surat-surat kabar terlebih dahulu. Sebagai contoh, Republika akan lebih memprioritaskan tema islam moderat sedangkan Kompas akan lebih menyukai tema bercitra rasa metropolis. Pun ketika anda ingin menjadi kontributor di sebuah media online, cari tahulah visi media serta kalangan pembacanya.

Pandai melihat peluang

Jangan menjadi seorang idealis akut!

Anda mungkin menarget sebuah media karena besarnya bayaran yang mereka berikan untuk tulisan yang anda kirimkan. Tapi anda tutup mata dengan besarnya jumlah saingan yang harus anda kalahkan.

Boleh menarget sesuatu, tapi perlu juga untuk menyiapkan rencana cadangan. Intinya adalah bagaimana melihat peluang yang ada dan mengkonversinya menjadi uang yang akan mempertebal kantong anda.

Tidak masalah jika harus berlabuh di media menengah jika anda bisa mendapatkan frekuensi pekerjaan yang lebih banyak. Jangan buang-buang waktu anda dan jangan biarkan peluang yang ada diambil oleh orang lain di luar sana. Jika anda benar-benar ingin menjadi seorang penulis yang besar dan sukses anda harus jeli memprediksi peluang dan memanfaatkan momentum. Khusus momentum akan saya bahas di poin selanjutnya.

Tanggap akan isu terkini dan memanfaatkan momentum

Menurut anda, apakah isu yang sedang hangat saat ini?

Jika anda menjawab LGBT, tebakan anda sangat benar.

LGBT adalah salah satu topik yang hangat dibicarakan saat ini. Jika anda dapat menulis sesuatu tentang LGBT anda akan mendapatkan peluang dan keuntungan besar dari tulisan anda itu. Anda bisa mengirimkannya ke media-media cetak, media online atau membuat sendiri buku anda. Inilah yang dapat dikatakan sebagai momentum.

Momentum adalah batu loncatan yang akan mengantarkan anda ke tempat yang lebih tinggi. Ingatkah anda dengan novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta (ACC), menurut anda bagaimana novel tersebut bisa booming? Jawabannya adalah karena penulis mampu memanfaatkan momentum kurangnya bacaan islami populer yang beredar di masyarakat waktu itu. ACC berhasil menjadi promotor berkembangnya industri penerbitan buku islami populer di tengah masyarakat Indonesia.

Sekarang, anda hanya perlu mengamati isu yang ada di sekitar anda dan temukan momentum anda sendiri. Menjadi penulis sukses itu sama sekali bukan mimpi.

Mampu menulis di segala kondisi

Banyak memang orang yang berniat menjadi penulis sukses tapi mereka masih menulis sesuai kondisi hati. Penulis-penulis seperti ini layak disebut penulis moody. Mengikuti mood justru menghambat produktifitas anda sebagai penulis. Anda perlu menemukan alasan kuat mengapa anda harus menulis di kondisi apapun.

Tidak cepat putus asa dan mau bersabar

Terakhir, hal yang dibutuhkan oleh seorang penulis lepas adalah sifat tidak mudah putus asa dan mau bersabar.

Tidak ada kesuksesan yang instan, anda tetap harus berproses. Cintailah proses tersebut sebagaimana anda mencintai kata-kata. Asahlah selalu kemampuan menulis anda karena menulis itu adalah keterampilan, bukan bakat. Sekali lagi, menulis itu adalah keterampilan. Bukan bakat!

Menjadi penulis lepas adalah salah satu pekerjaan yang sangat menjanjikan, namun jika saya boleh usul selain menjadi penulis lepas carilah peluang rezeki yang lain. Yang namanya pekerjaan lepas selalu tidak pernah menentu, kadang ada job kadang tidak. Kecuali jika pekerjaan menulis anda adalah pekerjaan tetap seperti penulis skenario di rumah produksi atau di media televisi dan lain sebagainya.

Oh ya, jika Anda tertarik untuk masuk ke dunia penulis lepas namun belum terlalu terbiasa menulis artikel, artikel saya satu ini agaknya bisa membantu Anda : Cara Menulis Artikel dengan Baik dari Nol Hingga Selesai

Nah, itulah beberapa tips menjadi penulis lepas atau freelance writer yang sukses. Apakah anda punya pandangan lain atau punya cerita mengenai penulis lepas? Beritahu pembaca lainnya dengan menuliskannya di kotak komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *