Cara Menulis Artikel dengan Baik dari Nol Hingga Selesai

  • capaik 
cara menulis artikel

Banyak orang yang ingin mempelajari bagaimana cara menulis artikel yang baik, sebenarnya cara itu sangat sederhana. Hal yang perlu anda lakukan pada dasarnya adalah menulis.

Yap, menulis. Tulis saja apa yang ingin anda tulis. Tulis saja apa yang anda ketahui.

Hanya saja, ketika kita menulis tanpa mengetahui tips dan triknya kita tidak dapat memastikan apakah artikel tersebut baik atau tidak. Benar atau tidak. Menarik atau tidak. Oleh karena itu, agaknya kita juga perlu tahu bagaimana cara menulis artikel yang menarik itu.

Tulisan yang sedang anda baca ini akan membantu mewujudkan keinginan anda untuk menulis sebuah artikel yang baik. Hanya saja, semuanya tergantung pada anda. Jika anda tidak memulainya, menulis artikel yang baik hanya akan menjadi angan-angan belaka.cara menulis artikel

Cara Menulis Artikel Populer

Sebelum lanjut ke pembahasan mengenai cara menulis artikel yang baik lagi menarik, setidaknya ada serangkaian proses yang harus anda lalui. Proses-proses tersebut akan saya akan paparkan dalam beberapa sub-judul dari artikel ini. Setelah ini saya akan mengajak anda berbicara tentang:

  • Kiat menemukan ide yang menarik
  • Rahasia membuat judul yang greget
  • Pentingnya riset sebelum menulis
  • Merumuskan kerangka tulisan
  • Membuka tulisan dengan dahsyat
  • Meramu isi tulisan yang berbobot
  • Menutup tulisan dengan baik

Artikel cara menulis artikel ini akan sangat panjang, jadi saya menyarankan anda untuk membaca sesuai sub-judul yang anda minati (7 poin yang saya tuliskan di atas). Ketujuh poin di atas akan kita bahas satu persatu, jika anda merasa perlu anda bisa buka buku catatan lengkap dengan pena (atau buka aplikasi pengolah kata di gadget masing-masing). Tanpa banyak basa-basi lagi, yuk kita mulai dengan poin pertama.

Temukan ide yang menarik

Cara menulis artikel yang baik dimulai dengan mencari ide yang menarik pula. Ide adalah ruh dari artikel anda. Ketika anda berhasil menemukan ide yang menarik maka artikel anda akan hidup. Artikel yang hidup akan menggugah siapapun yang membacanya. Oleh karenanya, sebelum mulai menulis artikel, tugas pertama anda adalah temukan ide yang menarik.

Namun, bagaimanakah sebenarnya ide yang menarik itu?

Jika kita bicara soal menarik, maka ia tidak akan pernah lepas dari beberapa ketentuan di bawah ini:

Sesuatu yang baru

Dengan ide yang baru—belum pernah ditulis atau diangkat sebelumnya—anda bisa membuat terobosan yang akan menjadi sumbangsih tersendiri bagi perkembangan zaman.

Misalnya anda menulis esai/gagasan tertulis, esai tersebut berisi konsep desain sesuatu yang benar-benar baru. Ide yang benar-benar baru akan mengantarkan anda penjadi penemu dan karya tulis anda akan dirujuk/disitasi banyak orang jika berhasil ditulis dan dipublikasikan dengan baik. Bahkan bukan tidak mungkin tulisan anda akan tetap relevan sejauh apapun perkembangan zaman.

Ingatkah anda dengan Sir Isaac Newton yang menuliskan Hukum Newton I hingga III-nya?

Hanya saja, untuk menuliskannya anda butuh usaha yang sangat sulit. Anda perlu riset yang mendalam, mencari rujukan yang mendukung agar apa yang anda tulis tidak menjadi sekadar omong kosong.

Berbeda dengan lainnya

Unik. Ide yang unik sudah pasti menarik. Agar artikel yang anda tulis menjadi menarik maka tulislah berdasarkan ide yang unik. Keunikan sebuah ide bisa datang dari objek yang anda kaji atau bisa pula dari sudut pandang yang anda pakai. Sebagai contoh, kebanyakan orang menulis artikel tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) beranjak dari sudut pandang korban seperti suami/isteri atau anak, atau bisa juga dari sudut pandang pelaku.

Kebanyakan orang menulis artikel mengenai KDRT dimana pihak laki-laki yang melakukan kekerasan, namun apakah tidak ada kasus dimana pihak perempuan yang menjadi pelaku penindasan? (Toh, banyak juga bapak-bapak yang tergolong dalam komunitas suami-suami takut isteri). Atau,… anda bisa juga menulis hal tersebut dari sudut pandang pembantu rumah tangga/supir keluarga/tukang kebun hingga tetangga.

Jika anda kesulitan mencari ide-ide yang unik, cobalah merubah sudut pandang agar ide yang sebenarnya lumrah menjadi tampak unik.

Diminati banyak orang

Selanjutnya, ide yang diminati banyak orang sudah pasti ide yang menarik. Jika tulisan anda beranjak dari sesuatu yang populer, tulisan tersebut akan mampu menarik minat pembaca dengan luar biasanya. Terlepas dari bagaimana anda menulis artikel nantinya, orang-orang yang sudah kepincut dengan ide yang anda angkat akan rela membaca tulisan anda.

Belakangan, sebuah novel karya Asma Nadia menjadi bacaan yang sangat populer dan diangkat menjadi film layar lebar dengan judul yang sama “Assalamualaikum Beijing”, film tersebut mendapat jutaan penonton di seluruh Indonesia. Dipengaruhi oleh kesuksesan tersebut pada akhirnya muncul film yang serupa seperti “Walaikumussalam Paris” atau mungkin ada film-film sejenis lainnya.

Menimbulkan pro-kontra

Hmm, untuk yang satu ini sebenarnya kita sudah sangat sering menjumpainya di ranah dunia maya. Di linimasa Facebook, Twitter dan di media sosial lainnya kita dapat melihat tulisan-tulisan pro-kontra yang berseliweran.

Ketika anda menulis artikel dengan ide seperti ini, tulisan anda akan menarik bagi pihak pro sekaligus pihak kontra. Artikel yang anda tulis juga akan memiliki potensi viral yang bagus karena pihak yang mendukung dan menolak akan saling beradu argumen dengan teori mereka masing-masing (tapi anda harus berhati-hati dalam menulis hal seperti ini, salah-salah bisa rumit urusannya, hehe).

Akhirnya kita sudah selesai membahas mengenai ide yang menarik, pastikan ide anda memiliki paling tidak satu kriteria di atas agar artikel yang anda tulis digemari oleh banyak pembaca. Mengenai bagaimana cara menemukan ide anda bisa baca di sini: Cara mencari ide tulisan yang menarik

Buatlah judul yang greget

Judul yang greget? Judul seperti apakah itu? Bahasa lainnya adalah judul yang menarik

Lho, kok menarik lagi ya, tadi sudah ide yang menarik, sekarang judul yang menarik?

Judul adalah bagian pertama yang dibaca oleh orang lain. Jika judul itu menarik maka mereka akan meneruskan membaca isi artikel, jika tidak menarik besar kemungkinan tulisan anda akan mereka abaikan.

Judul adalah iklan dari tulisan anda. Perumpamaan menulis itu adalah seperti berdagang. Tulisan yang kita hasilkan adalah barang dagangan. Agar barang dagangan laku tentu harus diterapkan strategi pemasaran, dan salah satu strategi pemasaran tersebut terletak di judul.

Jika anda adalah penulis online, memiliki blog sendiri atau menulis di blog orang lain. Membuat judul yang greget adalah kewajiban anda. Ketika sebuah tulisan dibagikan di media sosial, yang tampil adalah judulnya. Meskipun ada beberapa cuplikan isi namun yang memiliki font lebih besar adalah judulnya.

Judul adalah hal pertama yang dibaca oleh calon pembaca anda. Sehingganya, anda perlu menarik minat mereka untuk membaca tulisan anda melalui judul yang anda buat.

Banyak sekali teori menulis judul yang menarik, beberapa diantaranya saya tuliskan di artikel sebelumnya, anda bisa membacanya di sini: 7 rahasia menulis judul yang menarik perhatian pembaca

Sangat disarankan untuk melakukan riset

Menulis artikel yang notabene adalah karya non-fiksi tidak sama dengan menulis sebuah cerpen. Dalam menulis artikel anda perlu bahan, cara mendapatkan bahan tersebut adalah dengan melakukan riset.

Kegiatan riset adalah kegiatan mengumpulkan bahan tulisan, mencari fakta dan materi-materi pendukung hingga menganalisa tulisan kompetitor anda.

Melakukan riset mutlak diperlukan untuk melihat sebagus mana penulis lainnya menulis topik yang sama dengan yang akan anda tulis. Tujuannya adalah agar artikel yang akan anda tulis dapat lebih lengkap dari apa yang telah pernah ditulis sebelumnya.

Kegiatan riset bisa dilakukan di mana saja, bisa melalui internet, perpustakaan, wawancara hingga mengamati secara langsung kejadian yang ada di sekitar anda. Anda tidak perlu melakukan semua hal tersebut, pilihlah beberapa yang anda rasa tepat dan cukup. Namun jika anda ingin melakukan pengkajian yang amat dalam, saya tidak melarang anda melakukan semua cara riset itu :). Jika anda telah selesai dengan riset, yuk lanjut ke cara menulis artikel selanjutnya.

Agar tulisan tidak kemana-mana buatlah kerangka

Cara menulis artikel selanjutnya adalah membuat kerangka tulisan. Kerangka tulisan akan membantu anda menulis dengan baik dan sistematis. Jika anda telah selesai melakukan riset sebelum mulai menulis artikel, sangat disarankan untuk membuat kerangka (outline) artikel anda. Membuat kerangka tulisan tidaklah sulit. Perhatikan contoh di bawah ini:

Tema : Pendidikan

Judul : Menilai Penting atau Tidaknya Ujian Nasional Bagi Siswa

Isi :

  • Apa itu Ujian Nasional
  • Tujuan dan manfaat Ujian Nasional
  • Pandangan guru dan siswa terkait Ujian Nasional
  • Kenyataan lapangan terkait pelaksanaan Ujian Nasional
  • Solusi dan kesimpulan

Jika dituliskan dengan lebih rinci akan lebih bagus, kita bisa mengembangkannya menjadi:

Tema : Pendidikan

Judul : Menilai Penting atau Tidaknya Ujian Nasional Bagi Siswa

Isi :

  • Apa itu Ujian Nasional (UN)
  • Tujuan dan manfaat UN
  • Tujuan UN
  • Manfaat UN
  • Pandangan guru dan siswa terkait UN
    • Pandangan positif
    • Pandangan negatif
  • Kenyataan lapangan terkait pelaksanaan Ujian Nasional
    • Kunci jawaban UN kerap beredar
    • Tidak profesionalnya pengelolaan UN
    • Dan lainnya
  • Solusi atau kesimpulan pembahasan
    • Penting karena,…
    • Tidak penting jika,…
    • Solusi yang ditawarkan
    • Kesimpulan

Semua topik artikel bisa dibuatkan kerangkanya, sebagian penulis memang tidak perlu menulis langsung kerangka tulisan mereka (kerangka sudah ada di pikirannya), namun menuliskannya akan lebih membantu anda terhindar dari kelupaan dengan alur tulisan anda di kemudian waktu.

Bukalah artikel anda dengan cara yang dahsyat

Saya asumsikan sekarang anda sudah memiliki ide, dan mungkin juga judul. Langkah dalam cara menulis artikel selanjutnya adalah mulai menulis badan/isi artikel anda. Tapi percayalah, dari survei (abal-abal) yang pernah saya lakukan banyak penulis pemula yang terkendala dengan cara membuka artikel. Alhasil, mereka memulai dengan cara yang amat sangat mainstream (dan kuno sekali). Kita ambil contoh dengan tema tulisan yang sedang anda baca ini: cara menulis artikel. Beginilah kira-kira paragraf pembuka yang umum lagi sederhana dan harus anda hindari:

Artikel adalah suatu jenis tulisan yang,… dst,… dst,…

Atau jika hal yang mereka tulis adalah sebuah karya fiksi maka pembuka yang paling mainstream adalah sebagai berikut:

Pada suatu hari,…

Di sebuah desa,…

“Kringgggg!!!” jam wekerku berbunyi, aku akhirnya bangun,… dst,.. dst

Artikel atau karangan yang dibuka dengan cara-cara di atas sudah sangat umum kita temui, menulis hal dengan cara yang dilakukan orang banyak tidak akan membuat tulisan anda unik. Seorang redaktur media atau editor penerbit akan langsung lemes melihat ke-mainstream-an tulisan anda (ujung-ujungnya bisa langsung dilempar ke tong sampah!).

Apakah ada solusi? Solusinya tentu dengan membuka tulisan dengan cara berbeda. Oleh karena itu anda harus menemukan formula tertentu agar artikel anda menjadi menarik. Saya akan berikan anda rahasianya. Beberapa cara di bawah ini barangkali bisa anda adopsi:

  • Buka dengan narasi/deskripsi/persuasi
  • Buka dengan berita terkini (kalau perlu yang mengguncang)
  • Buka dengan puisi
  • Buka dengan analogi
  • Bukan dengan dialog
  • Buka dengan pertanyaan
  • Buka dengan …… (cara anda sendiri)

Artikel yang sedang anda baca ini dibuka dengan narasi. Saya menarasikan tentang keinginan orang untuk menulis artikel yang menarik, setelah menyelesaikan narasi pembuka barulah saya memulai membahas yang lain. Lalu bagaimana dengan cara membuka yang lain. Kita ambil contoh deskripsi dan kali ini kita (asumsikan) menulis artikel tentang objek pantai wisata, beginilah kira-kira pembukaannya.

Pasir yang putih dan halus. Ombak yang berpacu-pacu. Hamparan laut yang luas seakan bertaut dengan langit yang sama-sama biru. Di pinggir pantai yang landai berjejer rapi kapal-kapal nelayan. Semua pemandangan menakjubkan itu dapat anda saksikan di pantai …..

Begitu pula dengan beberapa cara membuka tulisan lainnya. Yuk, eksplorasi kemampuan anda dan bukalah tulisan dengan semenarik mungkin.

Susunlah isi artikel yang berbobot

Artikel adalah sebuah tulisan yang memuat informasi. Harus ada added value-nya di sana. Ada nilai tambah yang akan ditransfer dari penulis kepada pembaca. Oleh karenanya, artikel yang baik harus menjawab pertanyaan dari pembaca. Artikel yang baik harus memberi informasi atau solusi. Artikel yang baik bukan tulisan kosong melompong atau tulisan asal jadi dari pikiran (dan hati) penulis semata, kalau yang ini mah namanya tulisan curhat.

Kita asumsikan anda sudah membuka artikel dengan baik, pembukaan yang baik harus diikuti dengan bagian utama yang baik pula. Kalau dalam pesta perjamuan mewah makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup ke semuanya wajib bertaraf baik/mewah. Menulis artikel juga demikian. Pada saat menulis isi inilah anda bisa mencantumkan hal-hal yang telah anda dapatkan pada saat riset.

Ketika anda membuat artikel mengenai tata cara/panduan pastikan panduan anda berurutan dan cukup (lengkap lebih baik). Jangan kecewakan pembaca anda dengan artikel yang setengah jadi atau yang ditulis tanpa informasi yang berarti.

Tulislah isi artikel dengan membawa serta apa saja yang telah anda dapatkan saat riset atau pengalaman pribadi anda sendiri. Artikel yang melalui tahap riset akan memiliki data pendukung yang apik. Sementara artikel berdasarkan pengalaman juga membawa bukti nyata dari apa yang sudah anda alami sendiri. Keduanya sama-sama baik, namun jika anda bisa memadukan keduanya akan jauh lebih baik lagi.

Tutuplah artikel anda dengan baik dan benar

Terakhir, ah, akhirnya tulisan panjang ini akan selesai juga. Silakan hela napas panjang dan hembuskan jika dirasa perlu. Jika anda ingin rehat sejenak juga boleh.

…..

…..

…..

Oke, kita mulai sub-judul terakhir. Sebagaimana judulnya, tugas terakhir anda adalah menutup artikel anda dengan baik. Cara yang baik dalam menutup artikel adalah dengan menyimpulkan apa yang sudah dibahas sebelumnya.

Sederhananya, semua tulisan memiliki pola yang sama:

Pembuka > Isi > Penutup

Ketiga bagian tersebut sama-sama penting. Ketika anda telah berhasil membuka artikel dengan baik, anda juga bertanggung jawab untuk menutupnya dengan baik. Di antara cara-cara yang baik menutup artikel adalah sebagai berikut:

  • Tutup dengan kesimpulan
  • Tutup dengan argumen
  • Tutup dengan nasehat
  • Tutup dengan pantun (lho, kok?)

Intinya jangan membiarkan tulisan anda terbuka begitu saja. Ibarat kran dispenser yang mengisi gelas, ketika gelas penuh kran harus ditutup, kalau tidak ditutup maka air akan terbuang percuma. Di samping itu, menutup artikel dengan baik akan memberi penegasan terhadap apa saja yang telah anda bahas sebelumnya.

Nah, sekarang sampailah ke giliran saya untuk menutup artikel panjang (sekali) ini.

Itulah tadi cara menulis artikel yang baik. Menulis itu sejatinya adalah keahlian. Keahlian tidak akan bisa didapat jika anda tidak berlatih. Semakin sering anda berlatih maka semakin lancar anda dengan keahlian tersebut. Jika anda mempunyai keinginan menulis artikel yang baik dan menarik, anda tidak perlu menunggu lama untuk mencoba mempraktekan apa yang telah anda pelajari dari artikel ini. Lakukan sekarang juga. Ambil alat tulis anda dan ramu artikel anda sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *